Jumat, 15 Mei 2009

Masyarakat Indonesia Lebih Memilih Kerja dari pada Sekolah

Seorang laki - laki dalam perjalanan naik angkot ke kampus ITS Sukolilo, tiba – tiba ada seorang ibu separuh baya yang mencoba memecah keheningan setelah menempuh perjalanan sekian menit. “ Mas, mau turun mana?” kata Ibu itu. “ITS Bu”, jawab lelaki itu singkat. Setelah tahu bahwa lelaki itu adalah mahasiswa, maka ibu itu melanjutkan pembicaraannya mengenai kisah anaknya yang dulu juga sempat kuliah di salah satu jurusan di kampus ITS dan sekarang sudah bekerja walaupun harus putus kuliah.
Ternyata tidak hanya satu dua orang saja yang berpendapat bahwa kerja itu dianggap jauh lebih baik dari pada harus menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kerja seakan – akan menjadi focus utama kebanyakan masyarakat saat ini. Dan jika harus diruntut lagi, para mahasiswa yang kuliah pada akhirnya adalah juga untuk mendapatkan pekerjaan. Hal itu bisa disamakan dengan orang – orang yang mendapatkan kerja walaupun tidak pernah kuliah. Pada akhirnnya, terdapat anggapan bahwa sekolah itu tidak terlalu penting yang penting adalah bagaimana cara mendapatkan pekerjaan.
Dalam menyikapi hal ini, pemerintah sebetulnya sudah berupay asebaik mungkin untuk mengatasi berbagai permasalahan pendidikan, seperti sekolah gratis, pemberian BOS, beasiswa dan masih banyak lagi. Namun agaknya masyarakat sendiri yang kurang memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah. Hal mendasar yang perlu dibenahi adalah bagaimana cara unutk mengubah mind set orang – orang yang selama ini berperan dalam dunia pendidikan.
Orang tua, dalam hal ini harus lebih banyak berkontribusi kepada anak – anak mereka untuk mendukung dan menjamin hak memperoleh pendidikan kepada anaknya. Tidak perlu khawatir apakah sekolah yang ditempuh anaknya akan berguna atau tidak di kemudian hari. Hanya cukup berpikir bahwa apapun yang dilakukan, selama itu baik, pasti ke depan akan jauh lebih baik.
Para guru, sebagai pendamping anak didik akan lebih baik jika dalam proses belajar mengajarm mereka mulai menanamkan pemahaman tentang erti pentingnya pendidikan. Untuk mengatasi ancaman pada semakin meningkatnya jumlah pengangguran intelektual di Indonesia, para guru bisa memeberikan pembimbingan kepada para anak didik, khususnya pada saat anak – anak mengenyam pendidikan sekolah dasar. Di sana, para guru kebanyakan secara turun – temurun memberikan pemahaman yang kurang mengena kepada para anak didiknya untuk bisa terus melanjutkan sekolah dan mengurangi jumlah pengangguran. Mereka – para guru – biasanya berpesan kepada para siswa untuk rajin – rajinlah belajar supaya kelah setelah lulus sekolah bisa “mendapatkan” pekerjaan. Nah, di sini lah salahnya. Para siswa akan selalu berpikiran bahwa sekolah adalah syarat mutlak untuk “ mendapaptkan” pekerjaan. Padahal sudah jelas – jelas terbukti dalam kurun waktu sampai sakarang ini jumlah pengangguran intelektual di Indonesia tidak berkurang, justru semakin membeludak. Karena dalam pikiran mereka telah tertanam sekolah berimplikasi pada mendapatkan pekerjaan.
Berbeda jika para guru saling menanamkan pemahaman kepada para siswa dengan rajin – rajinlah sekolah dan belajar agar kelak bisa “membangun dan menciptakan” pekerjaan. Hal ini dirasa akan berimplikasi kepada para peserta didik yang jauh lebih baik. Karena dalam pikiran mereka telah tertanam pengertian bahwa dengan sekolah ilmu yang akan diperoleh akan banyak dan sangat berguna kelak untuk membangun atau menciptakan lapangan pekerjaan.
Dengan cara berpikir seperti ini diharapkan bisa mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia, khususnya pengangguran intelektual karena mental para peserta didik telah berubah mejadi seseorang yang mencintai pendidikan dan menjadi orang yang tangguh untuk bisa meningkatkan mutu kesejahteraan kehidupan .

RESUME MATERI Bulan April 2009

RESUME MATERI BULANAN PPSDMS NURUL FIKRI REGIONAL IV SURABAYA
Bulan April 2009
Oleh: Sigit Pancahayani (04040370)

Susunan Materi:
1.Kajian Islam Kontemporer (KIK)
Bpk. M. ihsan
2.Training Pengembangan Diri (TPD)
Bpk. Arief Munandar
3.Training Jurnalistik (TJ)
Bpk. Sapto waluyo
4.Studi Pustaka (SP)
Bpk. Sapto waluyo
5.Dialog Tokoh (DT)
6.Dialog Pasca Kampus (DPK)



1. KAJIAN ISLAM KONTEMPORER

Karakteristik orang – orang beriman:
1.Orang – orang yang khusuk di dalam sholatnya
2.Memiliki ilmu tentang sholat dan bacaan – bacaannya.
3.Orang – orang yang berzakat
4.Orang – orang yang menjaga kemaluannya
FIQH PRIORITAS
Prioritas pemahaman terhadap hafalan.
Baranga siapa dikehendaki Allah mendapatkan kebaikan, maka Ia akan memberinya pemahaman akan agamanya.
Prioritas Maksud dan Tujuan atas Penampilan Luar
Dalam hal ini, Maqoshid Asy-Syari’ah mestilah dipahami sehingga dapat dipilah antara tujuanyang tetap dan sarana yang berubah – ubah.
Prioritas Ijtihaj atas Taqlid
Allah SWT berfiman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al – Isra: 36)
Pilih pemimpin berdasarkan kompetensi
3 kriteria pemimpin:
1.Amanah
2.Kompetensi
3.Adil
Jangan berikan kepemimpinan pada orang yang ambisius
Prioritas Studi dan Perencanaan atas Urusan Dunia.
Semua pekerjaan yang baik mesti didahuluai dengan studi kelayakan, dan harus dipastikan menghasilkan sesuatu yang memuaskan sebelum pekerjaan dimulai
Point pertama merupakan etos kerja yang dicontohkan nabi Muhammad sepanjang hidupnya
Rasulullah adalah orang pertama yang melakukan perhitungan statistic

2.TRAINING PENGEMBANGN DIRI

Emotionally Intelligent Leaders
Emotionally Intelligent Leaders adalah orang yang tahu betul tentang 5W + 1H dari apa yang dikomunikasikannya.
Pemimpin adalah orang yang mampu menggerakkan orang lain untuk menjalankan ide – ide yang ada dalam pikirannya
Leader’s main Job is attuning people , build shared meaning, shared vision, and shared value
Orang yang cerdas secara emotional akan dapat membangun modal social.
Emotional Qoutient terdiri dari intrapersonal skill dan interpersonal skill.
Leaders in Action:
1.Always play significant emotional role
2.Act as the group’s emotional guide
3.Manage meaning for the group an offering ways to interpret.
4.Drive emotion positively (build resonance) or negatively.
Pemimpin yang hebat mampu mendayagunakan secara maksimal emotional, tidak hanya visi strategis atau ide – ide yang powerfull.
Spesies of Dissonant Leaders
1.An abusive tyrant – who bawls out and humiliates people
2.A manipulative sociopath – orang – orang yang memanipulasi situasi
3.A leader who uses a surface charm, social polish, or charisma to misled and manipulate
4.A clueless leader, who also might be a self – absorbed one
5.The demagogue who uses a mix of fear and anger
4 hal dasar yang harus dimiliki oleh pemimpin:
1.Ketulusan (sincerity)
2.Kejujuran (honesty)
3.Integritas (integrity)
4.Tanggung jawab (responsibility)
Macam – macam pemimpin:
1.Visionary
2.Coaching
3.Affiliative
4.Democrative
5.Pacesetting
6.Commanding


3.TRAINING JURNALISTIK
Tema: Teknik memasarkan karya tulis
► untuk menjadi penulis handal, yang harus dilakukan adalah :
1. menjaga produktivitas
2. meningkatkan kualitas tulisan
3. mengembangkan hubungan dengan media masa
4. Arsip karya terawat dengan rapi

►Daya Tarik tulisan :
1. aktual
2. unik
3. luar biasa
4. kontroversial
5. popular
6. menyangkut hajat hidup orang banyak
7. kedekatan dengan pembaca

► Gaya (metode) penulisan yang menarik :
1. Agitatif (bagi media yang bergaya propaganda)
2. humoris
3. menyentuh perasaan
4. memberi inspirasi

► Target Pengiriman :
1. media masa umum
2. penerbit
3. lembaga penelitian
4. penerbitan kampus
5. lomba/kompetisi

Tahap memantapkan posisi penulis :
Menjadi ghost writer bagi tokoh publik (anggota perlemen, pejabat eksekutif, tokoh intelektual, dll)
Menjadi tandem (pendamping) bagi penulis popular
Menulis karya mandiri
Rajin mengirimkan tulisan ke berbagai media
Menyebarluaskan tulisan ke komunitas beragam


Memasarkan tulisan secara mandiri
Arsip tulisan yang tidak dimuat media
Tulis ulang karya ;lama untuk media berbeda
Kumpulkan tulisan dalam kategori tertentu
Terbitkan tulisan sebagai bunga rampai
Tulis ulang semua kumpulan tulisan dalam buku utuh


4. STUDI PUSTAKA
Tema : Pemimpin dalam Diri Anda
► Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mereka mau melakukan pekerjaan yang diminta dengan suka rela

Penulis : Dale Carnegie
Judul Asli : The Leaden in You, How to Win Friends, Influence People, and Succeed
in Changing World
Penerbit : Spektrum – Prentice Hall
Tahun : 1996
Tebal : 241 + vii halaman

►Orang yang sukses dalam pergaulan mempunyai peluang untuk memimpin orang lain.
►Prinsip : lihatlah sesuatu dari perspektif orang lain, berikan penghargaan dengan jujur dan ikhlas.
►Seorang pemimpin harus bisa melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang yang dipimpin
►Kuncinya adalah definisikan kembali diri untuk memenui kebutuhan dunia yang terus berubah
► isi dari buku ini adalah :
Panduan tentang memahami cara keberhasilan pada berbagai titik perjalanan karir
Memberikan pandangan tokoh dari Malcolm S. Forbes (konglomerat) hingga Arthur Ashe (olahragawan), hasil wawancara berseri.
Prinsip – prinsip hubungan manusia yang relevan guna menghadapi tantangan kehidupan masa kini, yaitu kepemimpinan dalam diri, rasa saling percaya, sikap terhadap kesalahan, keseimbangan kerja dan reaksi, memecahkan persoalan secara kreatif, memikul resiko secara luwes, dan lain – lain.
► Kunci sukses bermula dari kemampuan mengidentifikasi bakat kepemimpinan yang dimiliki dalam diri sendiri.
►Resep komunikasi sukses : jadikan prioritas utama, terbuka terhadap orang lain, dan ciptakan lingkungan yang kondusif.
► Komunikasi dibangun berdasarkan hubungan saling mempercayai.





5. DIALOG TOKOH


6. DISKUSI PASCA KAMPUS


Minggu, 05 April 2009

Resume Materi Bulan Maret 2009


RESUME MATERI BULANAN PPSDMS NURUL FIKRI REGIONAL IV SURABAYA
Bulan Maret 2009

Oleh: Sigit Pancahayani (04040370)

Susunan Materi:
Kajian Islam Kontemporer (KIK)
Bpk. M. ihsan
Training Pengembangan Diri (TPD)
Bpk. Arief Munandar
Training Jurnalistik (TJ)
Bpk. Sapto waluyo
Studi Pustaka (SP)
Bpk. Sapto waluyo
Dialog Tokoh (DT)
Ibu Yulyani
Dialog Pasca Kampus (DPK)


1. KAJIAN ISLAM KONTEMPORER
- Pembahasan tentang wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada NAbi Muhammad SAW(QS: Al- Alaq : 1-5)
- Pembahasan tentang wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada NAbi Muhammad SAW(QS: Al-Mudatsir)
- Secara umum, ilmu mendahului amal. Di sini ilmu sebagai panglima dan amal sebagai prajurit
- menuntut ilmu adalah kewajiban bagisetiap umat muslim
- jka orang beramal tanpa ilmu, yang terjadi adalah mudhorot yang timbul lebih besar daripada manfaat
- Orang yang berilmu tidak akan bicara jika tidak punya pengetahuan, fakta, dan data yang mendukung pembicaraannya.


2.TRAINING PENGEMBANGN DIRI
Transformation in our world never be initiated by many people.
Yang diurus pemimpin adalah manusia
Pemimpin adalah orang yang transformational dan visioner
Pemimpin transformational mampu menggiring visi – visi menjadi uraian kerja yang logis dan konsisten terhadap tujuan yang diharapkan. Salah satunya adalah dengan menggunakan life plan
Untuk melakukan suatu perubahan tidak harus menjadi ketua
Jangan mereduksi pemimpin hanya sebatas posisis formal
Jika seseorang memang tidak memiliki posisi formal tapi memiliki jiwa kepemimpinan dan bisa member nilai tambah positif dan mampu memberikan kontribusi atau transformasi, maka hal yang demikian itu adalah jauh lebih baik dari pada mereka yang memiliki posisi formal tanpa transformasi
A great leader tidak akan meniru satu sosok pemimpin lain dengan sepenuhnya (bulat - bulat)
Jangan meniru gaya kepemimpinan orang lain. Temukan gaya kepemimpinan sendiri yang baru dan kembangkan kualitas kepemimpinan Anda di atas strength Anda sendiri baru bisa menjadi pemimpin yang baik.

-->Beberapa Simptom…
- Pengabaian yang parah atas waktu
- Menunda – nunda pekerjaan
- Pengabaian hal – hal kecil yang berdampak besar.
- Etika berorganisasi khususnya dalam interksi personal dan komunikasi kerap dilanggar
- Beberapa penyebab yang mungkin…
- Rendahnya kompetisi
- Bentuk lain dari sekularisme
- Masalah pada skala prioritas
- Childish
- Terlalu mengasihani diri sendiri
- Belum selesai dengan dirinya sendiri

The Young Leader whom Needed by Indonesia are They who Have:

5 disciplines of learning:
1. System Thinking
2. Can build shared vision >> membuat orang lain sevisi
3. Team learning
4. Have personal mastery >> mengenali, memahami, dan mengonstruksi diri sendiri
5. Mental models

Ingat ^_^! , … setiap melakukan sesuatu, pastika START-nya benar

Penghambat Proses pembelajaran:
- I am my position  ganti dengan I am my contribution atau I am my competiton
- The enemy is out there
- The illusion of taking change  melakukan reaksi agrasif terhadap “musuh di luar” tanpa mempertimbangkan dampak yang terjadi
- The fixation of events
- The porable of boiled frog
- The delusion of learning from experience  bagaimana kita belajar dari suatu tundakan yang dampaknya tidak kita alami

The myth of management team
--> 7 dosa yang mematikan
1. Wealth without work
2. Pleasure without conscience
3. Knowledge without character
4. Business without ethics
5. Science without humanity
6. Religion without sacrifice
7. Politics without principle


3.TRAINING JURNALISTIK
Tema: mengembangkan gaya penulisan
Gaya penulisan adalah karekter yang yang tampil dari karya seorang penulis berdasarkan format kerja / proses kreatif yang digunakan secara berkesinambungan.
Gaya penulisan bisa membuat isi tulisan lenbih bergengsi
Mengadopsi gaya penulisan penulis lain merupakan proses pembelajaran dan pencarian gaya pribadi. Sebagai prinsip, kratif penulisan bersifat universal. Pada tahap tertentu, seorang penulis harus berani mencari alternative bagi gaya penulisan yang mandiri / unik
Untuk mengembangkan gaya penulisan pribadi yang harus dilakukan adalah:
Belajar menulis tak pernah henti
Mencermati kelemahan dan kekuatan pribadi
Jangan malu untuk meminta komentar dan penilaian orang lain
Mamperbaiki setiap kelemahan dan kekurangan
Mengasah factor yang menjadi kekuatan dan kelebihan
Berani bereksperimentasi dengan gaya baru
Memantapkan gaya yang dipandang paling cocok


4. STUDI PUSTAKA
Tema : Kualitas Kepemimpinan sejati

21 Kepemimpinan Sejati
Penulis : John C. Maxwell
Judul Asli : 21 Indespensable Qualities of a Leader
Penerbit : Interaksara
Tahun : 2001
Tebal : 217 halaman
Buku ini bisa mempengaruhi seseorang dalam cara memimpin orang lain dengan efektif dan telah berdampak kepada kehidupan pribadi
Kepemimpinan berkembang mengikuti sebuah proses dan mempelajari hukum kepemimpinan adalah sangat penting
Fakta penting :
Setiap orang memiliki prasyarat untuk menjadi pemimpin besar, yang membuat orang tertarik dan membuat segalanya menjadi kenyataan.


5. DIALOG TOKOH
- pentingnya people skill dalam leadership
- attitude yang baik adalah hal yang bisa membuat orang sukses
- orang terbaik bagaikan unta berpunuk dua
- hantaman – hantaman kehidupan membuat manusia tumbuh dewasa dan bijaksana
- syarat mutlak pemimpin adalah memiliki emotional yang cerdas (attitude)
- searang pemimpin sejat terlihat dari banyaknya orang yang mengikuti di belakangnya dengan hati
- menjadi pemimpin sejati berbeda dengan pemimpin suat perusahaan/ lembaga
- Orang –orang sukses tidak akan pernah berhanti berkarya
- perbedaan orang – orang sukses dengan yang tidak terletak pada kemampuan
- rahasia sukses:
1. Mampu memberikan 100 % kehidupannya
2. memiliki kemauan yang mendalam
3. mampu memetakan setiap rongga pikiran ke berbagai masalah dalam satu waktu untuk mendapatka pemecahannya.


6. DISKUSI PASCA KAMPUS
Muslim dan Iptek
(Dr. Arief Sulisetyono)
Tema : Sejarah Sains Ummat
Sejarah pasang surut sains ummat setara dengan maju – mudurnya dinasti – dinasti Islam:
Ilmu Pengetahuan empirisrasional umat dimulai dari interaksi kaum muslimin dengan kebudayaan lain
masa penerjemahan karya Yunani seara sporadic
tahap keberhasilan spektakuler dengan kemunculan pemikir besar muslim
masa tua ilmu pngetahuan ummar
tanpa riset dan development Indonesia tidak akan survive dalam kompetisi global.
Riset yang perlu bagi Indonesia adalah:
 Industrial research, yang melingkupi: - technology acquisition
- product improvement
- product development
product design / technology licensing
 University research yang melingkupi : - Human Resourse Development
- Knowledge Development
Yang harus dilakukan adalah dengan memaknai dan melakukan hakekat dakwah rosul, membangun karakter periset dan membangun lingkungan riset

Sabtu, 14 Maret 2009

Mau Mengatur Waktu atau Diatur Waktu?

Banyak sekali orang bingung jika harus dihadapkan dengan waktu apabila kepadanya dibebankan banyak pekerjaan. Perasaan pusing , penat, bingung akan selau menghampiri setiap waktu. Tidak hanya itu, lebih jauh perasaan – perasaan itu akan memperburuk keadaan yaitu kerja otak akan semakin lambat sehingga waktu yang sudah sempit akan terasa semakin sempit.
Bagi mereka yang aktif di berbagai bidang, organisasi, atau di berbagai instansi, seringkali mereka akan menghadapi suatu kondisi dimana pekerjaan yang harus mereka selesaikan akan lebih banyak dari waktu yang diberikan. Bahkan waktu 24 jam dalam sehari pun kurang. Berbeda dengan para pengangguran dan orang – orang malas lainnya, waktu mereka akan banyak tersita hanya dengan melakukan hal – hal yang kurang penting.
Tidak usah bingung sebetulnya jika kita bisa berkompromi dengan waktu. Selama kita bisa dan mau mengatur waktu, bukan diatur waktu, kita akan selamat dari berbagai ancaman yang mampu memperburuk keadaan dan produktifitas kerja kita. Di sinilah petingnya manajemen waktu.
Bagi yang memiliki tugas cukup banyak dan harus diselesaikan dalam waktu singkat, ada beberapa alternatif yang ditawarkan di sini. Pertama, sebelum menerima pekerjaan atau tugas baru, sebelumnya harus sudah memiliki rencana kegiatan yang di dalamnya telah berisi berbagai tugas yang harus diselesaikan beserta deadline masing – masing tugas. Jika masih memungkinkan untuk menambah tugas, yakinlah bisa menyelesaikannya tepat waktu. Jika sudah tidak memungkinkan lagi, maka ada baiknya jika tugas yang baru dilimpahkan saja ke rekan kerja yang lain.
Ingat, rencana kegiatan harus tersusun dengan matang dan tertulis dengan rinci, jangan hanya dikira- kira. Karena jika kita hanya mengira – ngira kapasitas kemampuan kita dalam menjalankan kerja, maka kita tidak akan bias berkontribusi lebih. Jika ditulis dengan baik, dan setelah kita selesai mengerjakan semuanya, kita bisa mengetahui kapasitas kemampuan kita dalam menyelesaikan tugas. Apakah masih mampu atau tidak jika harus menerima sejumlah tugas baru.
Ada baiknya jika deadline setiap pekerjaan dibuat lebih awal dari waktu yang ditentukan sebenarnya. Cara ini digunakan untuk mengantisipasi jika terjadi suatu hal yang tidak kita kehendaki, misalnya sakit, kecelakaan, atau ada acara mendadak penting lainnya.Konsekuensi memajukan waktu deadline kerja kita adalah kita dituntut untuk bekerja ekstra keras. Namun, di sisi lain, keterampilan kita dalam menghadapi suatu tantangan akan tumbuh demikian pesat.
Selanjutnya jika kita telah menyelesaikan satu tugas, segera berikan tanda pada rencana kegiatan Anda bahwa kegiatan tersebut telah terselesaikan dan segera ambil tindakan untuk menyelesaikan tugas selanjutnya. Jika memang ada salah satu tugas yang terpaksa belum bisa diselesaikan pada deadlaine yang ditentukan, kita bisa mengalihkannya ke waktu yang lain untuk bisa segera diselesaikan. Contoh jika seseorang harus menyelesaikan untuk menulis sebuah buku pada bulan Maret dan ternyata pada bulan itu ia belum bisa menyelesaikannya, maka menulis buku bisa dilanjutkan pada bulan April. Itulah pentingnya rencana kegiatan. Dengan rencana kegiatan, kita bisa menentukan skala prioritas dan mengecek sejauh mana kita bisa menyelesaikan tugas tepat waktu.
Lebih jauh lagi, dalam menyikapi sederetan pekerjaan yang diikuti dengan sutau perjalanan, maka yang harus dipikirkan adalah sistematika perjalanan yang ditempuh beserta faktor – faktor lain yang berpotensi besar mempengaruhi lamanya waktu perjalanan dan penyelesaian tugas. Untuk itu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengitung jarak dan beban waktu terkecil dari suatu tempat ke tempat lain sehingga semua tugas dan perjalanan bisa diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Mungkin ini adalah masalah klasik yang sering dihadapi oleh banyak orang tapi banyak juga orang yang melalaikannya.
Jika suatu saat terpaksa harus membagi tugas dengan orang lain, maka pastikan orang tersebut paham dan mampu untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan arahan kerja. Jika memang ternyata dirasa kurang, maka harus ada semacam briefing lebih lanjut mengenai tugas itu dan jangan lupa untuk menyebutkan deadline tugas itu harus selesai. Hal lain yang harus dilakukan adalah mengontrol kerja orang yang kita serahi tadi. Bisa melalui media komunikasi maupun mengontrol secara langsung. Dengan begitu telah bisa dikerjakan sejumlah tugas dalam satu waktu.
Jalan selanjutnya agar bisa mensinkronkan antara pekerjaan dengan waktu yang diberikan, negosiasi adalah hal yang tidak salah untuk dilakukan. Jika suatu pekerjaan bisa dinego agar nantinya mendapatkan waktu yang lebih banyak untuk menyelesaikannya, maka lakukan. Yang pasti disertai alasan – alasan yang mendukung. Misalnya dalam waktu tersebut sudah banyak tugas yang harus diselesaikan sehingga akan menimbulkan risiko pada pekerjaan baru tersebut tidak terselesaikan dengan baik. Jangan hanya melakukan negosiasi tanpa disertai alasan yang medukung. Hal itu akan membuat si pemberi tugas menilai kemampuan kerja Anda tidak bagus.
Uraian tersebut adalah sekelumit cara yang bisa dilakukan dalam mengerjakan banyak tugas atau pekerjaan yang membutuhkan waktu banyak namun waktu yang tersedia terbatas. Dengan manajemen waktu, pekerjaan tidak akan terbengkalai, terorganisir, sistematis, dan mengurangi risiko – risiko yang dapat memperburuk hasil kerja.
Itulah pentingnya manajemen waktu. Manusia hidup di dunia sangat dibatasi oleh waktu. Satu hari 24 jam, satu minggu 7 hari, satu bulan 30 hari dan seterusnya tanpa ada yang menghentikanmya. Ingat, waktu adalah hal yang sangat berharga dan unik. Disebut unik karena waktu yang ada sangat terbatas dan tidak akan bisa mengulang waktu yang telah berlalu.
Jangan sampai hidup ini diatur oleh waktu. Jika demikian, maka kacaulah hidup kita. Kita tidak akan bisa mengerjakan suatu pekerjaan seoptimal mungkin. Sebaliknya jika dalam hidup ini kita berusaha untuk bisa mengatur waktu, maka tidak lama lagi kesuksesan akan menjemput kita.
Selamat berjuang dengan waktu!


Sigit Pancahayani
Mahasiswa Matematika ITS
Jalan Dharmahusada Utara 39 Surabaya
085731667424

Jumat, 13 Maret 2009

artikel maret 2009

Risih pada Rusuhnya Foto Caleg 2009

Pemerintah Indonesia sekarang ini telah mempersiapkan sebuah agenda besar yang akan diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia yaitu pemilu. Pesta rakyat ini terdiri dari beberapa agenda, salah satunya adalah pemilihan anggota legislatif.
Namun kali ini mungkin akan terasa sangat berbeda antara apa yang direncanakan oleh pemerintah dengan output yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Sebagian besar orang paham jika pemerintah telah memberlakukan suatu cara yang mungkin dirasa efektif untuk melakukan sosialisasi atau pendekatan sosial kepada masyarakat terhadap siapa calon anggota legislatif yang akan dan harus dipilih terkait banyaknya calon anggota legislatif yang mendaftar. Sehingga masyarakat bisa mengetahui visi-misi dan kepribadian dari caleg tersebut walaupun hanya diungkapkan secara singkat melalui poster, baleho, pamflet, spanduk, atau bahkan umbul - umbul..
Sangat disayangkan jika pesta rakyat yang agung ini harus ternodai oleh beberapa tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Sangat terlihat bahwa masyarakat pada masa ini kurang memaknai etika dalam kehidupan. Hal ini terlihat jelas dari sejumlah tindakan atribut kampanye di beberapa tempat di Indonesia. Parahnya hal itu telah terjadi untuk kasus ke sekian kali.
Perusakan atribut itu mencakup perusakan gambar foto caleg. Ada yang wajah caleg disemprot dengan cat, ada yang ditambah kumis bagi caleg perempuan, ada yang menambah lubang di wajah caleg seperti di hidung, mata dan mulut. Bahkan ada juga yang sengaja merobek dan mencopot poster – poster yang dipasang hanya lantaran mereka tidak suka pada orang tersebut.
Anehnya, sampai pada tanggal 3 Maret, ketua Panwaslu tidak segera mengambil tindakan mengenai kejadian ini. Malah masih harus melakukan beberapa rapat. Tidakkah sadar jika hal ini terjadi terus – menerus hingga mendekati hari H pemilihan anggota legislatif baik untuk daerah maupun pusat– ada juga kemungkinan berlanjut pada pilpres 2009 – maka ini telah jelas menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sekarang ini sudah tidak lagi percaya pada pemimpin. Inilah krisis kepemimpinan yang akan lebih berbahaya daripada krisis ekonomi. Keadaan ekonomi yang telah bobrok tidak akan bisa pulih tanpa adanya kepercayaan penuh dari rakyat.
Hal lain yang harus ditinjau adalah, apakah sebab sebagian orang tidak lagi menaruh respect pada para caleg. Yang terlihat sekarang ini adalah semboyan atau kata – kata yang tertera pada gambar caleg sudah tidak lagi bisa menarik perhatian masyarakat. Sebagian besar adalah “bull shit” – begitu kata orang. Ada salah satu caleg yang menyatakan “ keberagaman itu Indah” apakah benar jika nanti dia benar – benar menjadi anggota dewan legislatif akan menghargai adanya perbedaan yang beragam, atau malah hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok.
Selain itu, masyarakat juga tidak mengenal secara baik pada siapa calon tersebut. Mereka hanya tahu sebatas nama, semboyan, prestasi politik, dan semboyan yang tertulis. Sehingga membuat mereka bingung harus menjatuhkan pilihan kepada caleg yang mana. Karena tidak mungkin jika harus menentukan pilihan pada orang yang tidak dikenalnya dengan baik, malah akan timbul rasa ragu.
Di samping itu yang perlu dijadikan bahan pertimbangan adalah terlalu banyaknya pemasangan poster, spanduk, dan lain sebagainya itu sehingga memakan banyak ruang ,membuat orang akan melihat dari sisi glamournya. Ditambnah lagi foto caleg terlihat sangat berlebihan. Bagaimana tidak, foto mereka seakan melabihi foto model iklan yang sedang berpose memamerkan barang yang dibawanya. Lebih lanjut, jangan sampai visi-misi, moto atau semboyan, dan prestasi – prstasi yang dicantumkan hanyalah berfungsi sebagai “pameran” saja.
Semakin banyak dan besar iklan yang dipasang akan semakin besar biaya yang harus dikeluarkan oleh para caleg tersebut. Itupun peluang untuk bisa mendapatkan kursi juga sedikit. Nah, apakah nanti jika mereka terpilih menjadi anggota dewan legislatif akan berjuang sepenuhnya mengemban amanat rakyat yang telah memilih dan menaruh harapan padanya atau bahkan hanya berorientasi untuk mengembalikan dana yang telah dikeluarkan dalam masa kampanye caleg. Selebihnya tidak diurusi. Begitukah?
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah dampak negatif yang dirasakan oleh beberapa belah pihak. Pelaku perusakan atribuit kampanye, korban, dan masyarakat yang tidak tahu - menahu dengan hal itu. Bagi pelaku, sadar atau tidak, reputasinya di mata orang lain akan menburuk. Apalagi jika ia diketahui dari partai atau golongan tertentu. Maka partai atau golongan yang ter-include olehnya akan jaga menanggung dampak buruknya. Minimal mereka merasakan nama baiknya telah rusak dan hal itu akan membuat masyarakat kurang mempercayai jika anggotanya harus dipilih untuk mengemban amanat.
Bagi korban, jelas akan menderita kerugian karena poster mereka telah dirusak. Tidak hanya berhubungan dengan masalah berapa besar dana yang harus dikeluarkan untuk sebuah poster yang dirusak, tetapi dilihat dari sisi lain, orang akan berpikiran pada caleg tersebut dengan apa yang telah dilakuklannya sehingga ada orang yang tega melakukan perusakan seperti itu. Orang pun akan ragu untuk memilihnya apakah nanti ia pantas untuk dipilih, jika pada masa awal saja sudah ada orang yang tidak menyukainya.
Bagi masyarakat yang tidak tahu – menahu dengan hal perusakan atribut kampanye, pada diri mereka akan timbul sikap antipati, tidak mau ikut campur. Masih bagus jika mereka mau memilih caleg, jika tidak, golputlah yang akan terjadi.
Kepada semua pihak, marilah kita berusaha untuk menaruh hormat pada dua aspek berikut, yaitu respecting people (menghormati orang) dan respecting system (menghormati sistem).Hormatilah orang yang telah berusaha untuk bisa melayani rakyat, dalam hal ini adalah para caleg dan hormatilah system yang telah dibuat dalam rangka pemuli 2009 ini. Jangan hanya bisa merusak jika kita tidak ingin dicap sebagai bangsa yang rusak. Mari kita sukseskan pemilu 2009 ini. Semoga perjuangan yang telah dilakukan selama ini tidak berujung sia – sia.



Ditulis oleh:
Sigit Pancahayani
Mahasiswa Matematika ITS
Jalan Dharmahusada Utara 39 Surabaya
HP. 085731667424

artikel februari 09

Artikel Februari 2009
Nama : Sigit Pancahayani (04040370)
Caleg Perempuan, Sah – Sah Saja…
Zaman sekarang, perempuan menjadi politisi, ketua umum partai, bahkan calon presiden bukan hal tabu. Pemahaman seperti itu terlihat dari semakin banyaknya jabatan publik yang diemban perempuan.Berlakunya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu semakin membuka peluang berperannya perempuan Indonesia dalam berbagai panggung politik nasional dengan jaminan yang sangat menjanjikan.
Dalam kepengurusan partai politik, misalnya, Pasal 8 UU Nomor 10/2008 mensyaratkan sekurang-kurangnya 30 persen keterwakilan perempuan di tingkat pusat (DPP). Kondisi ini memberi kebebasan bergerak kepada perempuan melalui partai untuk menunjukkan idealisme dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Gambaran yang lebih kasatmata terlihat dari ”bertebarannya” perempuan di pucuk-pucuk pimpinan partai politik. Setidaknya ada empat partai dari 38 partai resmi yang ketua umumnya perempuan. Selain Megawati Soekarnoputri yang memimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, ada Amelia Achmad Yani yang menjadi Ketua Umum Partai Peduli Rakyat Nasional. Di Partai Perjuangan Indonesia Baru ada Kartini Sjahrir yang memimpin PIB meneruskan suaminya, Sjahrir, dan di Partai Nasional Indonesia Marhaenisme ada Sukmawati Soekarnoputri sebagai ketua umum.
Peluang perempuan sebagai calon anggota legislatif pun diakomodasi UU Nomor 10/2008 melalui Pasal 53. Pasal tersebut menyatakan, dalam daftar bakal calon anggota legislatif yang diajukan partai harus memuat paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan. Angka 30 persen ini berlaku untuk tingkat DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten atau kota.
Caleg perempuan
Dari daftar calon anggota legislatif yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum bulan Oktober 2008, keterwakilan caleg perempuan secara rata-rata mencapai 35,25 persen atau sebanyak 3.902 orang. Akan tetapi, jika dilihat satu demi satu, masih ada lima partai yang mengajukan caleg perempuan kurang dari 30 persen. Kelima partai itu adalah Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Gerindra, Partai Republikan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Patriot.
Sebanyak delapan partai mengajukan caleg perempuan di atas 40 persen, yakni Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Persatuan Daerah, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Matahari Bangsa, Partai Demokrasi Kebangsaan, Partai Bintang Reformasi, dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia. Partai lainnya memiliki komposisi perempuan di kisaran 30 persen.
Jika melihat potensi perempuan per daerah, tampak bahwa daerah yang paling banyak mengajukan caleg perempuan adalah Jawa Barat dengan 635 caleg perempuan (16,3 persen). Disusul kemudian oleh Jawa Timur dengan 505 caleg (13 persen) dan Jawa Tengah dengan 467 caleg (12 persen).
Daerah luar Pulau Jawa yang mengajukan banyak caleg perempuan adalah Sumatera Utara dengan 213 caleg (5,5 persen), Sulawesi Selatan dengan 151 caleg (3,9 persen), dan Sumatera Selatan dengan 123 caleg (3,2 persen).
Daerah-daerah yang sedikit mengajukan caleg perempuan untuk DPR adalah daerah yang merupakan provinsi pemekaran baru, seperti Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Gorontalo, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung, dengan kisaran 20-30 caleg perempuan per daerah.
Menganalisis lebih jauh data KPU, terlihat bahwa caleg perempuan yang diajukan oleh partai memiliki kualitas yang memadai dan tidak berbeda dengan laki-laki. Jumlah caleg perempuan yang berpendidikan sarjana sebanyak 53,7 persen, sedangkan jumlah laki-laki dengan pendidikan yang sama 58,9 persen.
Jika jumlah caleg laki-laki yang menempuh pendidikan hingga pascasarjana (strata dua dan tiga) jumlahnya 24 persen, caleg perempuan dengan pendidikan yang sama sebanyak 16,7 persen. Latar belakang pekerjaan caleg perempuan pun beragam, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, pengusaha, hingga kalangan akademisi. Karena itu, tidak ada alasan untuk meragukan kemampuan dan kualitas perempuan.
Kebijakan afirmatif
Keterwakilan di kepengurusan partai dan dalam daftar caleg merupakan dukungan formal yuridis terhadap perempuan. Langkah selanjutnya menyangkut model penetapan keterpilihan caleg yang sampai sekarang masih menimbulkan kontroversi.
Jika saja Mahkamah Konstitusi tidak membatalkan Pasal 214 UU Nomor 10/2008 dan menyatakan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak, sesungguhnya peluang perempuan untuk terpilih berdasarkan nomor urut kecil akan lebih besar. Hal ini dikarenakan pada kenyataannya banyak partai yang menempatkan caleg perempuan pada nomor urut kecil.
Artinya, secara substansi kebijakan, langkah afirmatif terhadap perempuan sebenarnya telah dimulai sejak di tingkat partai. Dari data KPU diketahui bahwa terdapat 506 caleg perempuan yang ditempatkan oleh partai di nomor urut satu pada seluruh atau 77 daerah pemilihan.
Dengan fakta keputusan MK tersebut, jika tidak diikuti kebijakan afirmatif, memang peluang perempuan duduk di parlemen cenderung ”terancam”. Hal ini disebabkan ”modal” untuk merebut suara sebanyak-banyaknya akan menjadi kerja ekstra keras dilihat dari sisi perempuan.

RESUME MATERI BULANAN PPSDMS NURUL FIKRI REGIONAL IV SURABAYA
Bulan Februari 2009
Oleh: Sigit Pancahayani (04040370)

Susunan Materi:
Kajian Islam Kontemporer (KIK)
Bpk. M. ihsan
Training Pengembangan Diri (TPD)
Bpk. Arief Munandar
Training Jurnalistik (TJ)
Bpk. Sapto waluyo
Studi Pustaka (SP)
Bpk. Sapto waluyo
Dialog Tokoh (DT)
Prof. Dr. Ki Spriyoko
Dialog Pasca Kampus (DPK)
Bpk. Dumairi



1. KAJIAN ISLAM KONTEMPORER

Konsep terpenting dalam fiqih prioritas adalah apa yang sering diutarakan, yaitu sesuatu yang tidak penting tidak didahulukan atas sesuatu yang kuat. Sesuatu yang harus didahulukan, harus didahulukan, yang diakhirkan harus diakhirkan. Sesuatu yang kecil tidak boleh dibesarkan dan yang penting tidak boleh diabaikan.

Kebutuhan ummat dalam fiqih prioritas adalah:
- kacaunya timbangan prioritas ummat
- penghargaan terhadap seniman dari pada ilmuwan
- penghargaan terhadap olahragawan dari pada penaliti
- lebih mengutamakan kulit dari pada isi
- lebih menyukai seremonial dari pada substansial
- tidak paham bahwa ada amalan yang berubah nilainya dari masa ke masa
- sebagian umat Islam lebih mendahulukan sunnah dari pada wajib
hubungan antara fiqih prioritas dan fiqih pertimbangan yaitu fiqih prioritas memiliki hubungan yang lebih erat dengan bentk fiqih yang lainnya
Peran penting yang dapat dilakukan oleh fiqih pertimbangan adalah:
memberikan pertimbangan antara berbagai kemaslahatan dan manfaat dari berbagai kebaikan yang diisyarakan
memberikan pertimbangan antara berbagai bentuk kerusakan , mudharat, dan kejahatan yang dilarang oleh agama
memberikan pertimbangan antara maslahat dan kerusakan, antara kebaikan dan kejelekan apabila dua hal yang bertentangan ini bertemu satu sama lain.

2.TRAINING PENGEMBANGN DIRI

7 hal tantang kepemimpinan dan master kepemimpinan;
pemimpin dan kepemimpinan tidak akan berkambang tanpa melewati masa suram.
perkembangan kepemimpinan adalah sebuah proses.
pemimpin tidak dilahirkan
pemimpin tidak sama dengan manager, kepemimpinan adalah kualitas personal, bukan posisi formal.
tidak ada pemimpin tanpa kematangan emosional dan spiritual yang matang
pemimpin yang sebenarnya adalah individu yang mempunyai kematangan leadership, yang mempunyai autentitas
kepemimpinan adalah suatu perjalanan panjang. Dan ini adalah pilihan kita untuk menjadi pemimpin.

Yang menyebabkan kebingungan dalam mentikapi ruang public dan ruang privat adalah:
1. sulit bekerjasama & anti-sosial
2. tidak mau/tidak mampu bertanggungjawab
3. tidak satu kata dengan perbuatan
4. nilai-nilai ideal tidak diobjektifikasi
5. tidak punya dorongan berprestasi yang konsisten
6. ingin punya “atasan ideal” tanpa berusaha menjadi“bawahan ideal”
7. ingin punya “keluarga ideal” padahal dirinya bukan “anggota keluarga ideal”
Hubungan ideal antara ruang privat dan ruang public seharusnya ruang public memberikan respect, trust, dan feedback kepada ruang privat. Sebaliknya ruang privat memberikan kontribusi eksternalitas positif kepada ruang public. Namun realita yang terjadi adalah ruang privat meminta power dan money dari ruang public dan ruang public harus menerima masalah eksternalitas negative dari ruang privat.

Yang perlu mendapat evsaluasi adalah:
Rendahnya kompetensi?
Bentuk lain dari “sekularisme”?
Masalah pada skala prioritas?
Childish?
Mengasihani diri sendiri?
Belum selesai dengan diri sendiri?

5 hal utama dalam pembalajaran:
1. system thinking à setiap fenomena sebagai bagian dari sistem yang utuh, dan karenanya memiliki hubungan timbal-balik dengan bagian-bagian yang lain dalam system.
2. Personal mastery à merupakan fondasi spiritual dari organisasi pembelajar agar mampu memperdalam visi pribadi, memfokuskan energi, dan melihat realitas secara objektif.
3. Mental methodsà kerangka berpikir yang digunakan dalam memahami dan memaknai dunia di luar diri kita.
4. Shared vision
5. Team learning à sering dialog agar bisa mengenali pola interaksi yang dapat menghambat learning

Jenjang keterampilan berkomunikasi:
komunikasi basa – basi
komunikasi dengan data dan fakta
komunikasi berdasarkan pikiran atau gagasan
komunikasi dengan emosi atau perasaan
komunikasi dengan spiritual

Pemimpin yang sukses:
Pemimpin yang sukses percaya bahwa mereka tidak biosa menang tanpa kontribusi dari semua anggota (team). Untuk memfasilitasi kontribusi – kontribusi tersebut, mereka mencoba untuk mengklarifikasi tujuan team, membangun komitmen dan kepercayaan diri, memperkuat skil, dan menghapus semua hambatan yang ada di jalan kesuksesan.



3.TRAINING JURNALISTIK
Tema: memperkaya Referensi dan menata kepuatakaan pribadi
Tujuan : sebagai modal bagi peningkatan kapasitas intelektual dan membangun kredibilitas sertaq kompetensi akademis.
Urgensi referensi :
- ilmu pengetahuan tersusun dengan sistematik
- ilmu pengetahan mempunyai koherensi
- argumentasi kuat


4. STUDI PUSTAKA
Tema : Umat Islam menyongsong abad 21
Masalah terbesar umat Islam di abad 21
Penulis : Dr. Yusuf Qardhawi

- kaum muslimin dan abad masehi, mereka bersikap responsive dan toleran terhadap perkembangan peradaban manusia.
- perang muslimin pada millennium kedua di bidang: sains, filsafat, relijius, politik, dll
Harapan pada milleniuim ketiga: bukan semata angan – angan.
Karakteritik abad 20 :
- kemajuan pesat di bidang sains dan teknologi
- Merebaknya tuntutan kebebasan dan HAM namun diikuti opleh beberapa gejala.
- hancurnya nilai keimanan dan moral
- peperangan

Qaradhawi ingin bersikap positif dengan :
- kebebasan nasional (kemerdekaan yang tidak utuh)
- maraknya pendidikan Islam
- berakar pembaharuan dan kebangkitan Islam
- Perang pemikiran (gejala westernisasi)
- titik tolak kebangkitan

Tanda kebangkitan :
- implementasi Syariat
- Revolusi Islam di Iran (1979) dan Sudan (1989) à revolusi di Asfghanistan (1992)
- Gelora jihad : Mujahidin Afghanistan (1979) ndab intifadhah Palestina(1987)
- kembalinya pemuda kepada agama
- muslimah berjilbab
- ekonomi Islam : dari teori ke praktik

3 tantangan tebesar adalah :
1. Zionisme
2. Globalisasi
3. Disintegrasi anar negara – negara Muslim


5. DIALOG TOKOH
Undang –Undang BHP
Masa depan Pendidikan Pasca Disahkan UU BHP

Pasal 14
1) BHP yang menyelenggarakan pendidikan tinggi mempuinyai fungsi pokok yaitu:
1. fungsi penentuan kebijakan umum
2. fungsi pengawasan akademik
3. fungsi audit bidang nonakademis
4. fungsi kebijakan dan pengelolaan pendidikan
akibatr disaahakan UU BHP:
kualitas pendidikan tidak akan berubah karena Undang – Undang
- UU BHP lebih mengatur administrasi penyelenggaraan pendidikan, bukan proses dan produk pendidikan
- Penyelenggara pendidikan tyerkuras energinyua untuk mengahdapi kerumitan penyelenggaraan
- Ketentuan yang baik dalam Undang – Undang tidak ada artinya jika tidak diimbangi dengan implementasi di lapangan
pendidikan swasta akan semakin sulit berkembang
- masyarakan enggan mendirikan sekolah madrasah atau perguruan tinggi swasta
- sekolah swasta sebagaimana terjadi di Jepang tidask mungkin dikembangkan di Indonesia.
- Konsep pendidikan diserahkan kepada masyarakat sebagaimana di AS akan semakin tidak jelas.
6. DISKUSI PASCA KAMPUS
(Bpk. A. Junaedi, S.H., M.H.)

Profesionalisme à profesi à bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian tertentu
Istilah – istilah yang terkait:
- manajeman
- produktivitas
cirri – cirri orang professional:
- disiplin dalam waktu dam memiliki etika kerja
- jika tidak professional, hasik kerja tidak akan maksimal, dengan kata lain tidak mensyukuri anugerah ilahi
- tuntutan untuk selalu belajar
à Ketidakprofesionalan hanya menunggu waktu untuk menjadi celaka dan hancur.

welL Come To Shigito Aiken...^_^ !

welL Come To Shigito Aiken...^_^ !

what are you looking for....?
you will get more than you want here.
let's go!